advertisement

Secarik Sejarah Sang Sastrawan Besar Pramoedya Ananta Toer

Monday, February 6th, 2017 - News
Advertisement
advertisement

Promedya Ananta Toer merupakan salah satu sastrawan besar di Indonesia. Pram merupakan panggilan akrab oelh teman-temanya biasa dirinya dipanggil. Mungkin masih banyak orang awam yang belum mengetahui siapa dirinya, siapa sih Pramoedya Ananta Toer?

Pramoedya Ananta Toer Sastrawan Indonesia

Pramoedya Ananta Toer dulunya hanyalah seorang juru ketik biasa di sebuah kantor berita kecil pada masa pemerintahan jepang (LKBN ANTARA), dan kemudian memantapkan hatinya untuk bergelut sebagai penulis. Dirinya sudah berhasil menghasilkan berbagai macam cepren, puisi, novel yang termashyur sehingga menjadi salah satu sastrawan dari Indonesia yang terkenal hingga mancanegara.

Pramoedya Ananta Toer juga pernah mengikuti kelompok militer di beberapa wilayah di Indonesia seperti di Jawa, dan sering berada di Jakarta. Dirinya pun pernah ikut dalam program pertukaran pelajar dalam program pertukaran budaya.

Banyak sekali karya dari Pramoedya Ananta Toer, dan diantara beberapa karyanya sempat ada beberapa karya nya dilarang untuk di publikasikan karena di anggap mengganggu stabilitas negara pada masa pemerintahan Soekarno dan Soeharto. Salah satu diantaranya adalah buku Hoakiau ia ditahan pemerintahan Soeharto karena pandangan pro-komunis Tiongkoknya.

Pram sendiri sapaan dari Pramoedya Ananta Toer walaupun banyak orang pada masa itu yang menghujat dirinya atau kontra dengan dirinya, namun pram berhasil mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat luar negeri sampai mendapat penghargaan dari beberapa lembaga-lembaga di luar negeri. Karya-karya nya di anggap memiliki pemikiran sastra yang tinggi serta berkualitas. Pandangan pemikiranya senantiasa memberikan cerminan tentang sesuatu hal yang bernilai estetika tinggi.

Pramoedya Ananta Toer Sejarah Sastra Indonesia

Penghargaan yang didapat oleh Pramoedya Ananta Toer antara lain.

  • Freedom to Write Award dari PEN American Center, AS, 1988
  • Penghargaan dari The Fund for Free Expression, New York, AS, 1989
  • Wertheim Award, “for his meritorious services to the struggle for emancipation of Indonesian people”, dari The Wertheim Fondation, Leiden, Belanda, 1995
  • Ramon Magsaysay Award, “for Journalism, Literature, and Creative Arts, in recognation of his illuminating with briliant stories the historical awakening, and modern experience of Indonesian people”, dari Ramon Magsaysay Award Foundation, Manila, Filipina, 1995
  • UNESCO Madanjeet Singh Prize, “in recognition of his outstanding contribution to the promotion of tolerance and non-violence” dari UNESCO, Perancis, 1996
  • Doctor of Humane Letters, “in recognition of his remarkable imagination and distinguished literary contributions, his example to all who oppose tyranny, and his highly principled struggle for intellectual freedom” dari Universitas Michigan, Madison, AS, 1999
  • Chancellor’s distinguished Honor Award, “for his outstanding literary archievements and for his contributions to ethnic tolerance and global understanding”, dari Universitas California, Berkeley, AS, 1999
  • Chevalier de l’Ordre des Arts et des Letters, dari Le Ministre de la Culture et de la Communication Republique, Paris, Perancis, 1999
  • New York Foundation for the Arts Award, New York, AS, 2000
  • Fukuoka Cultural Grand Prize (Hadiah Budaya Asia Fukuoka), Jepang, 2000
  • The Norwegian Authors Union, 2004
  • Centenario Pablo Neruda, Chili, 2004

Sampai pada akhir hayatnya pada tanggal 27 April 2006 kesehatan pram semakin memburuk, dirinya di diagnose menderita penyakit radang paru-paru. Hal ini merupakan dari kebiasaan pram merokok. Ditambah komplikasi ginjal, jantung serta penyakit lainya seperti diabetes. Akhirnya pram meninggal mengehembuskan nafas terakhir pada tanggal 30 April 2006 di Jakarta. Inilah sedikit kisah dari seorang Pramoedya Ananta Toer sastrawan besar Indonesia. Masih banyak cerita dari tokoh-tokoh di Indonesia seperti Yohanes Chandra Ekajaya dan lainya, nantikan kisah selanjutnya.

Advertisement
advertisement
Secarik Sejarah Sang Sastrawan Besar Pramoedya Ananta Toer |admin |4.5