advertisement

Purwoceng Chandra Ekajaya Rahasia Keperkasaan Sang Arjuna

Thursday, April 13th, 2017 - Bisnis
Advertisement
advertisement

Purwoceng merupakan sebuah ramuan tradisional penunjang Vitalitas pria, ramuan tradisioanl ini konon sudah ada sejak dahulu yang diwariskan secara turun temurun oleh leluhur tanah Jawa yang berasal dari sejenis tanaman yang tumbuh rimbun hingga menjadi semak-semak. Ramuan tradisional warisan leluhur dari tanah kediaman para dewa-dewi di Pegunungan Dieng ini dimitoskan dapat melipat gandakan “kejantanan” ujar Chandra Ekajaya, seperti Arjuna dalam wayang purwo. Karena tumbuhan ini memang berkhasiat untuk memulihkan vitalitas seperti halnya tumbuhan ginseng.

Purwo sendiri artinya adalah awal atau permulaan. Sedangkan Aceng adalah ereksi (penis yang ngaceng). Itulah asal mula nama dari purwoceng (kependekan dari purwo dan aceng) ini. Sudah banyak pria yang membuktikan khasiat ramuan ini, memang secara fakta sudah banyak yang berhasil menaklukkan para wanita di ranjang setelah mengonsumsi ramuan ini. Seperti apa yang dialami oleh Chandra Ekajaya, seorang pengusaha sukses batu bata ini ini awalnya tidak percaya dengan kondisi vitalitasnya yang hanya dapat bermain sebentar saja. Dan selalu mendapat komplain dari istrinya yang menganggapnya kurang perkasa.

Lelaki mana yang tidak merasa risih dan malu ketika mendapat komplain dari seorang wanita, apalagi komplain masalah ketangguhan, keperkasaan dan durasi permainan seorang lelaki di atas ranjang. Tentunya sebagai seorang lelaki pasti akan sangat merasa terganggu dengan masalah tersebut. Sebagai seorang pengusaha batu bata sukses, tentunya secara financial ia dapat mencukupi apa yang diinginkan oleh istrinya, bahkan apabila ia ingin menikah lagi tentunya ia masih dapat membiayai tiga orang istri lagi.

Chandra Ekajaya Rahasia Keperkasaan Arjuna

Akan tetapi, bila bicara masalah finansial saja, itu bukanlah menjadi faktor utama yang bisa menjaga keharmonisan sebuah rumah tangga. Karena ada juga faktor lain yang lebih intim tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam hubungan sebuah keluarga. Kasus yang dialami oleh Chandra Ekajaya ini sebenarnya sudah banyak terjadi di sekitar kita. Awalnya ia sangat merasa minder dengan dirinya yang tidak bisa menuruti dan memberikan servis yang memuaskan kepada istrinya. Hingga suatu saat ketika ia sedang liburan ke Dieng tempat sahabat lamanya. Ia diberikan sebuah ramuan yang bernama Purwoceng tersebut. Dan benar saja ia dapat membuktikan ketangguhan dan keperkasaan dirinya kepada istrinya tercinta.

Tanaman bahan pembuat ramuan Purwoceng ini memang mengandung pimpinellin, sejenis minyak asiri yang dapat menghangatkan tubuh. Minyak itu diyakini dapat merangsang gairah seks. Cerita ini kemudian tersebar ke daerah lain dan pada akhirnya menjadi mitos. Konon, Arjuna, ksatria Pandawa yang digandrungi cewek, bahkan bidadari itu selalu minum ramuan purwoceng. Candi Arjuna, memang ada di Dieng tempat tumbuh purwoceng ujar Chandra Ekajaya.

Pada zaman Sultan Agung Mataram dulu, beberapa bangsawan dan perwira tinggi ibukota yang sudah lanjut usia tapi ingin bersemangat muda terus, beramai-ramai menyuruh abdi dalemnya ke dataran Dieng dan Gunung Lawu untuk mencari Pimpinella pruacan. Mereka percaya bahwa air godokan tumbukan akarnya selain merangsang libido juga dapat memulihkan vitalitas, kalau diminum sebagai air teh bersama daun-daun purwosodo dan purwojambu. Tapi semuanya harus diramu waktu akar dan daun tambahan itu saat masih segar.

Soalnya, yang ikut menambah khasiat sebagai tonikum ialah metilsalisilat dari purwojambu yang mudah sekali menguap. Kalau bahan sudah di keringkan, khasiatnya berkurang, sehingga percuma minum jamu ini. Purwoceng dicari orang pada zaman Mataram dulu, karena pencariannya semula harus berpantang makan lemak daging kambing sebagai aphrodisiakum, gara-gara tekanan darah tinggi. Padahal mereka ingin memperoleh vitalitas kembali, demi tugas negara.

Advertisement
advertisement
Purwoceng Chandra Ekajaya Rahasia Keperkasaan Sang Arjuna |admin |4.5